Day One in 2015

Tidak seperti biasanya, pada awal tahun 2015 ini aku menunggu detik-detik awal tahun. Tulisan ini adalah alasannya. The Day One in 2015

IMG_3616

Aku gak pernah tahu apa sih bedanya pergantian tahun itu? karena gak pernah ada sesuatu yang aku rasakan perbedaannya. Karena itu,, selama ini aku gak pernah menunggu detik-detik pergantian tahun.

Bulan Desember tahun berjalan dan Januari tahun depan, bagi aku isinya cuma mengingat-ingat apa yang telah terjadi 11 bulan belakangan dan berangan-angan apa yang akan dilakukan 12 bulan ke depan, bikin Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun depan, membantu rekan-rekan menyiapkan dokumen tender masa kontrak baru dan mungkin siap-siap jalan-jalan bersama keluarga.

Karena itulah, meski di RT ini beberapa kali dilakukan ‘pesta’ menyambut tahun baru dengan makan-makan seadanya, tapi aku gak pernah menuntaskan sampai tahun baru. Biasa… mending tidur di rumah saja daripada ngantuk-ngantuk menunggu tahun yang katanya baru itu.

Seperti juga akhir tahun kemaren -31 Desember 2014, Ibu-ibu sepakat membawa masakan, kue atau minuman masing-masing dan dikumpulkan jadi satu untuk dimakan bersama-sama menyambut 1 Januari 2015. Makan bersama pun kemudian dilakukan selepas shalat isya’. Makan seadanya…. lha iya… mau makan apa lagi?? lha kalau gak ada di sana, apa yang mau dimakan?

Pada penghujung tahun 2014 kemaren, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku pulang sebelum jam 12 malam. Kali ini alasannya adalah menidurkan si Razqa -anakku.

Tapi setelah masuk rumah,, aku merasa perlu menunggu detik-detik pergantian tahunnya. Ya… foto di atas adalah salah satu buktinya… 🙂 Skrinsut yang aku ambil beberapa saat setelah memasuki tanggal 1 Januari 2015. Bukan untuk apa-apa… cuma tahu-tahu ada ide saja. Tapi skrinsut itu bukanlah alasan kenapa aku menunggu detik-detik pergantian tahun kali ini.

Trus, kenapa kali ini ada ide ide menunggu detik-detik pergantian tahun? sebenarnya karena ingin mengisi comment dalam sebuah status teman seperti di bawah ini:

IMG_3674

Aku menunggu, siapa tahu ada ajakan ngopi bareng di detik-detik terakhir. Meski aku ngopi di rumahku, pak Iwan Yulianto ngopi entah di mana, dan pak Aryo Nugroho -salah satu rekan yang juga menunggu saat-saat itu, juga ngopi entah di mana. Tapi ternyata kami bertiga tidak jadi ngopi bareng sampai dengan 2014 berakhir.

Semoga 2015 kami sempat ngopi bareng. Selamat tahun baru -bagi yang merayakan, semoga tahun ini membawa semua teman-teman tetap diberi kesehatan, bertambah rejeki yang barokah dan selalu mendapat rahmat-Nya. Aamiin.


Leave a Reply